oleh

Tes Psikologi SIM bakal Diberlakukan di Solo

Persemija.com Satlantas Polresta Solo akan memperlakukan aturan baru terkait pemohon Surat Izin Mengemudi ( SIM) baru maupun yang akan melakukan perpanjangan.Mulai Senin (24/2/2020),

banner 400x130banner 400x130

 

“Masa berlaku SIM adalah lima tahun dan selama itu kan kondisi psikologi seseorang fluktuatif, ada yang berkembang menjadi lebih baik. Tetapi ada juga yang tidak, maka perlu dilakukan tes psikologi,” kata Busroni kemarin.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni mengatakan, pemberlakuan tes psikologi ini untuk mengetahui kondisi kesehatan rohani pemohon.

Nantinya para pemohon tidak hanya mengikuti ujian praktik maupun tertulis. Tetapi, akan mengikuti tes kesehatan jasmani atau KIR dan juga rohani yakni berupa tes psikologi. Tes psikologi merupakan aturan baru yang akan mulai diterapkan tahun ini, salah satunya di Polresta Solo.

Tes psikologi merupakan aturan baru yang akan mulai diterapkan tahun ini, salah satunya di Polresta Solo.

CABANG PERSEMIJA PALMERAH

  1. Jl. Palmerah Barat 2 no 26 (d/h Kemanggisan Grogol ) Jakarta Barat Telp. 5363534 / 53653953
  2. Jl Salam Raya No. 2 ( Rawa Belong ) Kebon Jeruk Jakarta Barat Tel. 5307517
  3. Jl. Tanjung Duren Barat VI No. 2 ( Perempatan Cemara ) Jakarta Barat Telp. 5685918
  4. Jl. Panjang ( Arteri Kelapa Dua ) No. 47  Kebon Jeruk Jakarta Barat Telp. 5322283
  5. Jl. Lapangan Bola No. 4 Kebon Jeruk Jakarta Barat Telp. 5322289
  6. Jl. Raya Puri Kembangan No. 85 ( Seberang Apel Shop ) Jakarta Barat Telp. 58357527
  7. Jl. Meruya ilir  No. 67 Meruya Utara Jakarta Barat Telp. 085695010831
  8. Jl. Kemanggisan Utama Raya No. 11 karta Barat Telp. 5320247
  9. Jl. Raya Kebayoran Lama No. 46A ( Depan Dealer Honda PH ) Jakarta Barat Telp. 53660571
  10. Jl. Arimbi Raya No. 53 ( Kompi Persada Sayang ) Rawabuaya Jakarta Barat Telp. 58356923
  11. Jl. Duri Kosambi Raya No. 19A ( Samping Diklat Garuda ) Jakarta Barat Telp. 5441271

Terutama bagaimana pengendara menghadapi suatu kejadian di jalan, seperti kecelakaan, mencelakai orang lain atau bertanggung jawab terhadap kerugian materiil yang terjadi. “Bagaimana seorang pengendara ini menghadapi sesuatu di jalan raya dan tidak egois, menjaga etika berkendara dan menghormati pengendara yang lainnya,” ujarnya.

“Bukan ribet, ini menscreening memfilter karena saat ini kecelakaan didominasi oleh kesalahan manusia, bukan semata-mata ribet atau tidak ribet,” ucapnya. Tes psikologi ini tidak akan semakin mempersulit para pemohon SIM. Menurutnya, tes psikologi ini sangat diperlukan untuk kondisi lalu lintas saat ini.

banner 400x130

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

News Feed