oleh

Begini Teknik Ngerem Mendadak Anti Ngesot

Persemija.com Waspada terhadap kondisi di jalan. Sebab, jika lengah, ada kemungkinan kita keluar jalur atau menabrak obyek lain yang terparkir di sekitar jalan. Itulah mengapa, selain fokus, diperlukan teknik pengereman yang benar agar terhindar dari hal tak diinginkan. saat harus melakukan pengereman darurat, kebanyakan orang cenderung panik hingga asal menekan tuas rem. Akibatnya, motor jadi ngesot dan sulit dikendalikan.

Dilansir dari laman Suzuki Indonesia, Jumat 21 Februari 2020, agar hal tersebut tidak terjadi, Chief Instructor Safety Riding, Johanes Lucky mengatakan, trik pengereman mendadak harus dikuasai semua pemilik sepeda motor, baik itu yang berukuran kecil maupun besar.

banner 400x130banner 400x130

Caranya mudah, pertama tutup gas dengan cepat, dan tarik rem depan hingga penuh. Dalam jeda sepersekian detik, langsung tekan rem belakang hingga penuh. Dalam kondisi ini, pastikan kondisi motor dan posisi ban sedang lurus, tidak sedang berbelok atau akan menukik.

CABANG PERSEMIJA PALMERAH

  1. Jl. Palmerah Barat 2 no 26 (d/h Kemanggisan Grogol ) Jakarta Barat Telp. 5363534 / 53653953
  2. Jl Salam Raya No. 2 ( Rawa Belong ) Kebon Jeruk Jakarta Barat Tel. 5307517
  3. Jl. Tanjung Duren Barat VI No. 2 ( Perempatan Cemara ) Jakarta Barat Telp. 5685918
  4. Jl. Panjang ( Arteri Kelapa Dua ) No. 47  Kebon Jeruk Jakarta Barat Telp. 5322283
  5. Jl. Lapangan Bola No. 4 Kebon Jeruk Jakarta Barat Telp. 5322289
  6. Jl. Raya Puri Kembangan No. 85 ( Seberang Apel Shop ) Jakarta Barat Telp. 58357527
  7. Jl. Meruya ilir  No. 67 Meruya Utara Jakarta Barat Telp. 085695010831
  8. Jl. Kemanggisan Utama Raya No. 11 karta Barat Telp. 5320247
  9. Jl. Raya Kebayoran Lama No. 46A ( Depan Dealer Honda PH ) Jakarta Barat Telp. 53660571
  10. Jl. Arimbi Raya No. 53 ( Kompi Persada Sayang ) Rawabuaya Jakarta Barat Telp. 58356923
  11. Jl. Duri Kosambi Raya No. 19A ( Samping Diklat Garuda ) Jakarta Barat Telp. 5441271

Inilah alasan kenapa Johanes melarang pengendara membiasakan kedua jari menempel di tuas rem depan saat sedang berkendara. Sebab, saat melakukan pengereman, otomatis rem depan langsung ditekan, sementara tus gas masih menyala. Tentu saja hal itu tidak akan efektif, dan menyebabkan terjadinya kesotan.

Mengenai panik ketika pengereman mendadak, Johanes melanjutkan jika teknik pengereman ini harus dilatih dan dibiasakan. Caranya, pengendara bisa melatih trik pengereman di jalanan sepi, dan posisikan seolah-olah sedang berada dalam kondisi darurat dan harus segera melakukan pengerman mendadak.

Jika terus dilatih, lama kelamaan pasti akan terbiasa. Saat kondisi darurat sesungguhnya terjadi, pastikan pengendara sudah siap dan bisa mengatasinya dengan baik. Kalaupun terjadi kepanikan, refleks tubuh yang terlatih akan menuntun kita untuk melakukan pengereman seperti yang sudah biasa dipraktekan.

 

banner 400x130

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

News Feed